Langsung ke konten utama

Featured post

Sekoteng Pak Woh Pekalongan | Wisata Kuliner Khas Pekalongan

Sekoteng PakWoh Pekalongan | Wisata Kuliner Khas Pekalongan - Yang ada dipikiran kita kalo menyebut kata 'Sekoteng' pasti minuman atau wedang khas Jawa yang terbuat dari air jahe dan dihidangkan hangat-hangat atau pas panas. Iya tidak? Ada campuran yang disandingkan di dalamnya seperti kacang tanah, pacar cina, roti tawar semacam wedang ronde gitu-gitu lah, benar? Asyiknya dinikmati pas sore atau malam hari, waktu cuaca mulai menunjukkan dingin, dan dijual berkeliling. Penampakan sekoteng Pak Woh Di Pekalongan justru berbeda, sekoteng disajikan saat cuaca sudah mulai panas, pukul 09.00 naik lah dan isiannya bukan yang ada dalam bayangan saya atau anda hehehe ... Sekoteng khas Pekalongan, mempunyai isian yang berbeda, yakni perpaduan antara es sirup, roti tawar, regal atau roti marie dan miswa yang mirip mie biting itu, tapi erbuat dari tepung terigu. Awalnya dia tampak mengeras, lama kelamaan akan lembek (nyemek-nyemek) karena terkena es. Asal-Usul Sekot...

Peran Media dalam Menyuarakan Isu Kusta


Peran Media dalam Menyuarakan Isu Kusta - Kusta adalah salah satu penyakit kulit, yang menyerang jaringan kulit, saraf, tepi sampai dengan saluran pernapasan. Kusta disebabkan oleh adanya infeksi bakteri, Mycobacterium leprae.


gambar orang terkena penyakit kusta penyebab kusta penyakit kusta parah
Peran Media dalam Menyuarakan Isu Kusta


 

Sama dengan virus Corona, Kusta juga bisa menular melalui percikan ludah penderita, ketika mereka terbatuk atau bersin. Kusta disebut dengan dengan Lepra atau Leprosy.

 

Kabar buruknya Indonesia menempati kasus kusta tertinggi ketiga di dunia, berdasarkan data terakhir WHO 2020 sebanyak 8%, hiks. Sedih ya kalau begini, pemerintah harus lekas tanggap nih, dan Kementerian Kesehtan juga harus gencar bekerja untuk memberantas ini semua.

 

Lantas penyebab kusta sendiri apa sih? Memang dari bakteri Mycrobacterius leprae, yang bisa menular dari percikan liur ketika mereka bersin atau terbatuk. Tetapi hanya dengan bersalaman atau duduk bersama tidak akan menularkan penyakit kusta ya. Catet! Selain penyebab dari bakteri, biasanya seseorang datang atau menetap di kawasan endemik kusta, bersentuhan dengan hewan yang menyebarkan bakteri kusta seperti armadillo, dan sistem kekebalan tubuh yang terganggu.

 

Ruang Publik Peran Media dalam Menyuarakan Isu Kusta

 

 

Allhamdulillah pagi ini, Selasa, 31 Oktober 2023 di pukul 09:00-10:00 WIB saya mengikuti diskusi ruang publik di channel Berita KBR. Yang jadi hostnya ada Mas Rizal Wijaya, dan sebagai nara sumber Ajiwan Arief Hendradi, S.S, Redaktur Solidernews.com.


gambar orang terkena penyakit kusta penyebab kusta penyakit kusta parah
kusta adalah jenis penyakit


 

Tentunya yang dibahas ya penyakit kusta dan segala stigma negatif yang ada, dengan peran media dalam menyuarakan isu kusta ini. Mengingat nara sumber adalah Redaktur website Solidernews. Di mana Solidernews ini merpakan media alternatif, media komunitas yang mewadai aspirasi, potensi dan mensosialisasikan isu difabel kepada masyarakat.

 

Aktivitis difabel di lembaga Sasaa Inklusi dan Gerakan Advokasi Difael (SIGAB), mengawali Solider dalam bentuk cetak di tahun 2000an. Seiring dengan perkembangan zaman ya kan, dan media online menjadi salah satu senjata untuk menyebarkan berita dengan cepat dan mudah diterima berinovasilah Solider menjadi portal berita. Dengan harapan Solider bisa dijangkau lebih luas, berbagai stakeholder, dan masyarakat luas dalam menyuarakan isu difabel.

 

Solidernews.com bukan hanya sebuah portal berita belaka, tapi juga memiliki Channel Youtube yang mmeproduksi beragam informasi mengenai difabel. Soldier juga punya platform Podcast dan Nawala Soldier, rangkuma untuk pembaca yang berlangganan newsletter. Paket komplit ya kan?

 

 

Peran Media dalam Menyuarakan Isu Kusta

 

 

gambar orang terkena penyakit kusta penyebab kusta penyakit kusta parah


Acara yang berlangsung selama satu jam tersebut, tidak terasa begitu cepat. Membahas stigma kusta di masyarakat memang tidak ada habisnya, harus diimbangi dengan sosialisasi baik dan menyeluruh dari berbagai pihak.

 

"Goal yang ingin diraih adalah disabilitas tidak lagi terpinggirkan, tidak lagi terstigma si penderita," ucap narasumber pagi itu Mas Ajiwan Arief Hendradi.

 

Ditambahkan juga bagaimana peran media dimampu sangat efektif. Dimana orang di seluruh penjuru bumi atau pelosok negeri jadi aware, jadi terliterasi dan jadi tahu apa yang harus dilakukan, selain advokasi dan sosialisasi.

 

Mas Ajiwan juga berpesan sebagai pembaca harus lebih cerdas, dalam mendapatkan informasi yang simpang siur. Salah satu cara agar tidak mudah terkena hoax ya, rajin mencari klarifikasi dengan riset dan cek fakta di Google. Sering mencari informasi dari peran-peran media yang sudah terferivikasi juga penting, karena bagaimanapun media merupakan corong untuk melakukan perubahan.

 

Sebagai host Mas Rizal Wijaya juga menambahkan bahwasannya sekarg semua orang bisa menjadi jurnalis, sebagai reporter citizen jurnalis. Maka suarakan berita-berita yang memang bisa mengedukasi masyarakat, bisa mengirim ke KBR maupun juga ke NLR Indonesia.

 

Solidernews juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin berkontibusi, ada beberapa kategori yang bisa menjadi pilihan bahkan kalau dimuat kita dapat honorarium. Huwo! Mantap ya kan? Tidak ada persyaratan khusus, asal sesuai dengan standart jurnalistik yang ada.

 

"Kendala yang dihadapi kalau umum masih banyak yang belum tahu kusta, dan kalau kendala di Solider sendiri dari sisi SDM. Butuh banyak lagi yang terlibat, agar banyak yang bisa disajikan," tutur mas Ajiwan sebagai Redaktur Solidernews.

 

Untuk penderita kusta, pesan dari Ajiwan adalah, meski penderita jangan takut dianggap sebelah mata, kalian masih bisa berdaya seperti pada masyarakat umumnya.


Semoga sebagai blogger kita juga bisa menjadi jembatan, yang menyiarkan, memberikan informasi, dan sosialisasi terkait kusta agar lebih banyak yang tahu. Semoga pemerintah juga makin gencar mensosialisasikan kusta, agar makin banyak yang terliterasi. Salam


 

Sumber:

 

Foto YouTube Channel Berita KBR
Edit gambar by canva

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arianto Setiadi Relawan Kesehatan Jiwa KOPIGAWA

Arianto Setiadi Relawan Kesehatan Jiwa   KOPIGAWA   - Percaya nggak sih kalian orang dengan gangguan jiwa sebenarnya, dahulu orang yang normal-normal saja? Bisa ya, bisa tidak, soalnya di daerahku memang ada beberapa orang dengan gangguan jiwa, padahal awalnya mereka baik-baik saja. Oleh suatu alasan, mereka kemudian terganggu fisik dan mentalnya. Akhirnya menjadi orang dengan masalah kejiwaan. Penyebabnya macam-macam, salah satunya ada yang ditinggal pergi kekasihnya. Lantas ia pun jadi stres, dampaknya jadi orang yang kayak hilang akal. Tetapi kalau dilihat dari fisik, ya dia normal sekali. Arianto Setiadi Relawan Kesehatan Jiwa Terus kalau ketemu bagaimana? Ya, saya kalau ketemu agak jaga jarak, hehehe ... antara takut dan kasihan sih. Inilah yang sudah terbangun di masyarakat, banyak stigma negatif yang sudah melekat pada mereka yang punya gangguan jiwa. Padahal misalnya cuma sekadar datang ke psikolog lho? Itu juga sudah termasuk menjadi stigma negatif.   Faktan...

Alsafood Produk Olahan Ikan Tuna Milik Rinawati Sukses sampai Mancanegara

Alsafood Produk Olahan Ikan Tuna Milik Rinawati Sukses sampai Mancanegar a - Siapa tidak kenal makanan Abon? Makanan pelengkap ketika makan bubur atau sedang tidak ada lauk pauk. Buat camilan juga enak, atau juga buat isian jajanan. Saya jadi ingat almarhum ayah, saat hari-hari terakhirnya sebelum wafat beliau juga minta lauk abon. Abon sapi adalah abon kesukaannya. Dan biasanya yang dijual di pasaran ada abon sapi dan abon ayam. Alsafood Produk Olahan Ikan Milik Rinawati Sukses sampai Mancanegara   Nah kali ini saya mau cerita tentang perjuangan seorang kartini masa kini, Rinawati asal Pacitan. Hubungan Rinawati dengan abon ini apa? Beliau membangun usaha produk olahan ikan, yang mengolah ikan tuna menjadi abon. Hampir semua orang mengenal ikan satu itu, ikan laut yang memiliki nutrisi tinggi, protein untuk perkembangan otot, otak, jantung, dan juga omega-3.     Berawal dari sebuah pameran  

Harga Tiket Masuk Museum Batik Pekalongan

  Harga Tiket Masuk Museum Batik Pekalongan - Museum batik Pekalongan, diresmikan pada tanggal 12 Juli 200 oleh Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Peresmian museum batik Pekalongan, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional yang ke-59. Halaman depan Museum Batik Pekalongan   Seperti yang kita tahu, batik merupakan selembar kain yang memiliki motif, unik, dan menarik. Namun, sesungguhnya batik lebih dari itu. Batik menyimpan filosofi tentang ketekunan, kegigihan, dan kebanggan.   Ba-tik, diirangkai dari kata, 'amba', dan 'tik'. Amba memiliki makna lebar dan tik, mempunyai arti titik. Bila ditarik kesimpulan, batik merupakan titik-titik yang digambar pada media kain yang lebar dan menghasilkan pola yang indah.     Museum Batik Pekalongan