Arianto Setiadi Relawan Kesehatan Jiwa KOPIGAWA - Percaya nggak sih kalian orang dengan gangguan jiwa sebenarnya, dahulu orang yang normal-normal saja? Bisa ya, bisa tidak, soalnya di daerahku memang ada beberapa orang dengan gangguan jiwa, padahal awalnya mereka baik-baik saja. Oleh suatu alasan, mereka kemudian terganggu fisik dan mentalnya. Akhirnya menjadi orang dengan masalah kejiwaan. Penyebabnya macam-macam, salah satunya ada yang ditinggal pergi kekasihnya. Lantas ia pun jadi stres, dampaknya jadi orang yang kayak hilang akal. Tetapi kalau dilihat dari fisik, ya dia normal sekali.
| Arianto Setiadi Relawan Kesehatan Jiwa |
Terus kalau ketemu bagaimana? Ya, saya kalau ketemu agak jaga jarak, hehehe ... antara takut dan kasihan sih. Inilah yang sudah terbangun di masyarakat, banyak stigma negatif yang sudah melekat pada mereka yang punya gangguan jiwa. Padahal misalnya cuma sekadar datang ke psikolog lho? Itu juga sudah termasuk menjadi stigma negatif.
Faktanya sebagian besar dari mereka bisa pulih lho, dan kembali seperti sedia kala. Hal tersebut terjadi bila mendapatkan penanganan yang tepat, atau pengobatan yang benar. Mereka layak diterima di masyarakat, berkegiatan sosial maupun bekerja dan juga bisa menikah.
Demikian yang dipikirkan oleh seorang perawat di RSUD Kebumen, ia sangat paham bahwa orang dengan gangguan kejiwaan bisa menjadi normal kembali apabila mendapatkan pendampingan yang tepat. Siapa dia? Laki-laki tersebut bernama Arianto Setiadi.
Mengenal Arianto Setiadi dan KOPIGAWA
Arianto Setiadi Relawan Kesehatan Jiwa
KOPIGAWA singkatan dari Komunitas Peduli Gangguan Jiwa, adalah wadah yang bergerak yang diprakarsai oleh Arianto Setiadi bersama rekan-tekannya. Arianto sangat resah dan gelisah, dengan stigma di masyarakat terhadap ODGJ. KOPIGAWA didirikan di RSUD Prembun, 6 April 2021 di Kebumen.
Tujuan dari berdirinya KOPIGAWA adalah memberdayakan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), agar bisa diberikan pengobatan dan penangan tepat, yang mana setelah itu mereka diajarkan untuk menjadi produktif melalui pendekatan humanis.
Tidak sembarangan tentunya Arianto Setiadi mendirikan komunitas KOPIGAWA, ia sangat paham yang terjadi di masyarakat dan kasus ODGJ di Kebumen sendiri sudah mencapai 8.000 kasus. Kabar tidak mengenakannya lagi, Kebumen menjadi daerah dengan kasus pasung terbanyak di Jawa Tengah dari tahun 2012, dan di tahun 2021 masih menempati 4.000 kasus.
Ada empat program kerja yang diusung oleh KOPIGAWA, yakni setelah rawat inap di rumah sakit, penyesuaian keahlian ODGJ, pendampingan oleh KOPIGAWA, dan kemandirian di masyarakat. Arianto berharap agar selesai masa perawatan, mereka bisa kembali hidup mandiri dan bersosialisasi.
Hadirnya KOPIGAWA, Arianto juga berharap agar mereka bisa menemukan lagi semangat yang redup untuk kembali percaya diri di lingkungan masing-masing. Tidak henti-hentinya Arianto bersama rekan mengedukasi dan menyakinkan keluarga dan masyarakat bahwa mereka ODGJ bukan aib keluarga atau masyarakat jadi tidak perlu disembunyikan justru harus dibantu untuk sembuh.
Bagaimana KOPIGAWA melaksanakan kegiatan operasionalnya? Sementara mereka ini kegiatan nirlaba, karena biaya yang dikeluarkan terbilang tidak sedikit. Ternyata sumber dana tersebut berasal dari donasi dermawan, lembaga sosial lain, yayasan, dan ada juga bantuan dari pemerintah setempat dalam bentuk hibah. Serta penjualan produk dan kerajinan tangan, menyumbang kontribusi dalam program pemberdayaan.
Sebuah apreasi dari ketulusan hati
Arianto Setiadi Relawan Kesehatan Jiwa
Apresiasi datang tidak begitu saja, ada semangat pantang menyerah yang tak kenal lelah, hingga berbuah manis. Arianto Setiadi mendapatkan Apresiasi SATU Indonesia Awards 2024, pada bidang kesehatan. Penghargaan tersebut membuktikan jika Arianto Setiadi dan rekan-rekannya berhasil memberikan kontribusi kepada masyarakat dan negara dengan hal yang positif.
Tentunya Arianto Setiadi menjadi contoh yang bisa menginspirasi banyak orang. Bahwa jangan memandang sebelah mata orang yang mengalami gangguan kejiwaan, ubah cara pandang maupun stigma ODGJ dan berikan ruang aman untuk mereka agar bisa kembali semula. Mau bagaimanapun mereka adalah manusia, seperti kita yang memiliki hati ingin dicintai. #SatuGerakTerusBerdampak #KitaSatuIndonesia
https://www.instagram.com/arianto.setiadi/
Komentar
Posting Komentar